Tes

Tes

Rabu, 18 Maret 2015

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan




A. DILIHAT DARI PENDEKATAN KESUSASTRAAN

     Ilmu Budaya Dasar semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berhasal dari bahasa latin humanus, yang berati manusiawi, berbudaya, dan halus. Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusian seperti seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti hal nya ilmu bahasa. Seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif. Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
     Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama adalah karena sastra menggunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
Manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah yang mempermudahkan sastra untuk berkomunikasi. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengungkapkan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.

B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA

     Istilah rosa biasanya kita kenal dengan fiksi dan tidak jarang sering diartikan sebagai cerita rekaan,prosa cerita dan juga sebagai cerita.

Di dalam kesusastraan bahasa Indonesia kita. Ada dua macam prosa yaitu :

Prosa lama :
  1. Dongeng
  2. Hikayat
  3. Sejarah
  4. Epos
  5. Cerita Pelipur Lara
Prosa baru :
  1. Cerita Pendek
  2. Roman / Novel
  3. Biografi
  4. Kisah
  5. Otobiografi
C. NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PROSA FIKSI

     Sebagai seni yang berpondasi cerita, pasti dan harus dalam karya sastranya mengandung nilai-nilai moral, pesan, dan berbagai cerita. Adapun point-point yang dapat kita peroleh melalui membaca prosa, antara lain :
  1. Prosa fiksi memberikan rasa gembira atau senang
  2. Prosa fiksi memberikan suatu informasi didalamnya
  3. Prosa fiksi memberikan warisan budaya
  4. Prosa dapat memberikan suatu penyesuaian wawasan.
Contoh Karya Sastra
  1. Fiksi = Prosa, Puisi, Drama
  2. Nonfiksi = Biografi, Otobiografi, Esai
Contoh Prosa

Pogi yang Malang

Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.
”Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya  pengembara itu.
Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
”Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan pilih!”
Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma sampah, bati Pogi.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
”Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja.”
”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar membawanya pulang .”omel Pogi .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba...
”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata salah satu orang.
Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar., ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.

D. ILMU BUDAYA DASAR YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN PUISI

     Puisi adalah sesuatu yang kita kenal dengan rangkaian kata-kata indah yang penuh makna didalamnya, apalagi jika kita benar-benar meresapi dalam membacanya. Puisi termasuk dalam seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan. Jika kita pikirkan puisi adalah suatu rangkaian kata-kata yang membentuk beberapa kalimat yang penuh dengan makna hidup, alam, bahkan keTuhanan yang di ekspresikan oleh sang penyair dalam bentuk tulisan maupun ekspresi dari puisi yang dibacakan.

Didalam Ilmu Budaya dasar kita menemukan penyajiaan puisi, adapun yang mendasarinya, yaitu :
  1. Adanya hubungan didalam pembuataan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
  2. Adanya suatu rasa insyaf atau sebuah kesadaran seseorang dari suatu kejadian.
  3. Puisi dan keinsyafan sosial
Contoh Puisi

BINTANG UNTUK SAHABAT

Malam nan suci dan sepi,
menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam...
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang Bidadari,
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari diatas sana.

Kuraih sebuah Bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku.





Sumber :
  1. https://robertyusnanto.wordpress.com/2010/10/31/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/
  2. http://vandyaprillyan.blogspot.com/2013/04/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam.html
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_Sastra
  4. http://www.lokerseni.web.id/2015/02/puisi-persahabatan.html

Senin, 09 Maret 2015

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN




Manusia

     Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
     Secara bahasa manusia berasal dari kata "manu" (Sansekerta), "mens" (Latin), yang berarti berpikir berakal budi. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mamalia, manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri dan lain sebagainya.

4 Unsur yang membangun manusia, yaitu :
  1. Jasad : Badan kasar manusia yang dapat kita lihat, raba bahkan difoto dan menempati ruang dan waktu
  2. Hayat : Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
  3. Ruh : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
  4. Nafs : Dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri
Perbedaan Manusia dengan Makhluk yang Lain

  • Punya masa menopause 
  • Melewati masa kecil lebih lama 
  • Wajah memerah saat tersipu 
  • Bisa menciptakan api 
  • Mengenal pakaian
  • Berbicara 
  • Jemari tangan yang fleksibel 
Hakekat Manusia
     
     Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu, menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing-masing dan untuk orang disekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. 
     Manusia diturunkan kebumu oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup seblum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

Kepribadian Bangsa Timur
     
     Manusia mendiami wilayah yang berbeda-beda dan berada dilingkungan yang berbeda pula. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian manusia setiap wilayah berbeda dengan yang lainnya, pembagian wilayah ada Barat, Timur Tengah dan Timur.
     Indonesia termasuk dalam bangsa Timur yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik, bangsa timur dikenal juga bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meski begitu banyak dari bangsa timur yang masih tertinggal bangsa barat dan timur tengah.
     Dalam ilmu psikologi yang notabanenya berasal dari barat, banyak mengembangkan konsep dan teori mengenai angka warna isi jiwa, serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail tentang variasi jiwa individu. Tetapi, tidak terlepas dari itu semua konsep-konsep tersebut masih kurang mengembangkan suatu konsep yang berkaitan dengan jiwa individu dan lingkungan sosial budaya.
     Oleh karena itu, Francis L.K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan cina, mengembangkan suatu konsep tentang jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya yang ia sebut sebagai bagan psiko-sosiogram.

Bagan Psiko-Sosiogram Manusia


Pengertian Kebudayaan

     Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

Tokoh-Tokoh Kebudayaan

Seni Rupa : 
  1. Affandi
  2. Leonardo da Vinci 
  3. Vincent van Gogh
Seni Pertunjukkan :
  1. Didiek ninithowok
  2. Srimulat
  3. Shakespeare
Seni Musik :
  1. Mozart
  2. Iwan Fals
  3. Gesang
Seni Sastra :
  1. Willian Shakespeare
  2. WS. Rendra
  3. Chairil Anwar
Tokoh Kebudayaan :
  1. Soejiwo Tejo
  2. Butet Kertarajasa
  3. Gus Dur
Unsur Kebudayaan


     Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga petugas pendidikan dan organisasi kekuatan.
     C. Kluckhohn di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu:
  1. Sistem Religi
  2. Organisasi Sosial
  3. Sistem Pengetahuan
  4. Sistem Mata Pencaharian Hidup 
  5. Sistem Teknologi dan Peralatan Hdup
  6. Bahasa
  7. Kesenian

Wujud Kebudayaan :
  • Gagasan
Kebudayaan yang muncul dan hidup karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip dan sebagainya.

  • Aktivitas (Tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan. 

  • Wujud sebagai Benda

Aktivitas manusia sehari – hari umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun tidak.

Orientasi Nilai Budaya :
  1. Hakekat Hidup Manusia = Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
  2. Hakekat Karya Manusia = Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya da yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
  3. Hakekat Waktu Manusia = Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
  4. Hakekat Alam Manusia = Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
  5. Hakekat Hubungan Manusia = Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru Diantaranya :
  1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
  3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
  4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
  5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kebudayaan :

     Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya :
  • Perubahan penduduk
  • Adanya penemuan baru
  • Konflik yang terjadi di dalam masyarakat
  • Pemberontakan atau revolusi
     Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya :
  • Peperangan
  • Perubahan alam
  • Pengaruh budaya lain
Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan

     Saya bahas manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknologi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia turut merubah cara kebudayaan Indonesia tersebut, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi), yang menyebabkan terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.

Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan Kebudayaan 
  1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
  2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
  3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
  5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Dialektis (Dialektika)

Kebudayaan adalah produk manusia, namum manusia sendiri sangat tergantung pada produk kebudayaannya. Itulah dialektika fundamental yang mendasari seluruh proses hidup manusia. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap, yaitu :
  1. Tahap Eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya.
  2. Tahap Objektivasi adalah konsekuensi logis dari tahap eksternalisasi. Artinya, jika dalam tahap eksternalisasi manusia sibuk melakukan kegiatan fisik dan mentalnya, maka dalam tahap objektivasi, kegiatan tersebut sudah menghasilkan produk-produk tertentu, misalnya; gedung, mobil, komputer, buku-buku ilmiah, dsb.
  3. Tahap Internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia itu kembali diserap oleh manusia. Dengan kata lain, struktur dunia objektif hasil karyanya ditransformasikan kembali ke dalam struktur kesadaran subjektifnya.




Referensi :
  • http://vanillabluse.blogspot.com/2014/05/makalah-manusia-dan-kebudayaan.html
  • http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html
  • http://natashaerinia.blogspot.com/2013/11/pengertian-budaya-dan-tokoh-tokoh.html
  • http://atikkaa.blogspot.com/2012/03/faktor-faktor-yang-menyebabkan.html
  • https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/
  • https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/tahap-proses-dialektis/
  • https://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/orientasi-nilai-budaya/

Sabtu, 07 Maret 2015

ISD Sebagai Salah Satu MKDU




Pengertian ISD dan IPS


     Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah pengetahuan yang mempelajari tentang masalah-masalah sosial, terutama masalah sosial yang ada di masyarakat sekitar kita dengan menggunakan teori, fakta dan konsep yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dan pengetahuan ilmu sosial. Seperti geografi sosial, sosiologi, ilmu politik, antropologi sosial, ekonomi, psikologi sosial dan sejarah.


     Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial maupun ilmu pendidikan. IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sosiologi, antropologi, psikologi dan sebagainya.

Tujuan ISD :
  1. Peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat sekitar dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha mencegah dan menanggulanginya.
  2. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mempelajarinya.
  3. Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan yang lain agar berkomunikasi baik dalam rangka penanggulangan masalah sosial timbul di masyarakat.
  4. Memahami dan menyadari adanya masalah sosial yang muncul dalam masyarakat.

Kelompok Ilmu Pengetahuan :
  • Natural Sciences (lmu-Ilmu Alamiah) yaitu : Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi dan lain-lain
  • Social Sciences (ilmu-Ilmu Sosial) : Geografi, Kkonomi, Ilmu politik, Ilmu hukum, Sosiologi, Antropologi, Psikologi dan lain-lain.
  • Humanities (Ilmu-Ilmu Budaya) :  Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.



Persamaan :
  • ISD dan IPS sama-sama mempelajari ilmu-ilmu yang berhubungan dengan masyarakat dan hampir memiliki ruang lingkup yang sama dimasyarakat.
  • Merupakan bahan studi untuk pendidikan.
  • Dan kedua-duanya mempunyai program pengajaran yang terdiri dari kenyataan dan masalah sosial.
Perbedaan :
  • Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, namum IPS diberikan saat menempuh pendidikan SD sampai SMA.
  • Jika ISD merupakan satu mata kuliah tunggal sedangkan IPS terdiri dari beberapa jumlah mata pelajaran, seperti sama SMA di IPS ada Geografi, Sosiologi, Ekonomi dan Sejarah.
  • Ilmu Sosial Dasar lebih diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian untuk masalah sekitar tetapi Ilmu Pengetahuan Sosial lebih ditekankan pada pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Ruang Lingkup ISD :

3 Golongan bahan pembelajaran ISD antara lain :
  1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat. Meliputi, latar belakang disiplin ilmu atau pandangannya.
  2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial
  3. Membahas masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat






Sumber :
http://aryoadiprabowo.blogspot.com/2013/11/pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html
https://putrasinambela.wordpress.com/2013/10/01/pengertian-tujuan-isd-ruamg-lingkup-isd-persamaan-isd-dan-ips/
http://dilladevellin.blogspot.com/2012/10/pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html


Minggu, 25 Januari 2015

Perkembangan IPTEK Bagi Pelajar/Mahasiswa





IPTEK atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi seiring berjalannya waktu IPTEK berkembang dengan sangat pesat dijaman ini, ini tak lepas dari campur tangannya para ahli yang dimana mereka dan kitalah untuk terus mengembangkan IPTEK. Tanpa adanya parah ahli mungkin akan sangat sulit bagi kita untuk menciptkan beragam ilmu dan teknologi tersebut, IPTEK berkembang secara perlahan melalui proses yang panjang dan dengan proses yang tidak mudah, penciptaannya tidak serta merta langsung jadi.

Apa itu IPTEK?

IPTEK merupakan akronim dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah ini terbentuk dari dua hal yang berbeda, tetapi untuk mencapainya tujuan yaitu satu hal yang sama butuh berjalan beriringan, yaitu kemajuan kehidupan makhluk hidup. Ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan yang didasarkan pada kebenaran dan pengujiannya diatur menurut tingkah laku sistem. Dalam jaman dan kehidupan sekarang ini kita tahu IPTEK telah berkembang sangat maju mulai dari Komputer, Laptop, Kamera, Kendaraan, Handphone dan lain-lain yang sudah sangat canggih dan akan semakin canggih dengan penciptaan-penciptaan baru. Kali ini saya sebagai mahasiswa akan coba membahas perkembangan IPTEK bagi pelajar atau pun mahasiswa yang menurut saya sangat membantu kita dalam dunia pendidikan ini, menurut saya yang sedang tren saat ini adalah E-Learning yaitu belajar dengan bantuan komputer atau pun menggunakan teknologi lainnya seperti handphone, laptop dan lain sebagai, sebagai contoh CAI :

CAI : Computer Asssisted Intruction
CAI telah cukup lama dikenal oleh para ahli komputer mampun ahli pendidikan terutama dinegara maju. Beberapa istilah lain yang banyak digunakan adalah CAL, CBE dan CMI. CBE lebih bersidat menyeluruh, semua aplikasi komputer dalam pendidikan dapat dikategorikan dalam bidang ini. CBE digunakan juga untuk aplikasi yang menunjang pendidikan seperti mengolah data, mencatat kehadiran pengajar dan siswa, menyimpan arsip data pribadi dan sebagainya.

Aplikasi dalam bidang bukan pengajaran dapat dipilahkan menurut pengertian berikut :
  1. Ujian berbantuan komputer (CAT : Computer Assisted Testing). Komputer digunakan sebagai media ujian, bentuknya bermacam-macan mulai dari yang sederhana dimana komputer digunakan sebagai pengganti soal ujian dalam bentuk kertas sampai kepada bentuk yang lebih maju dimana kemampuan komputer dimanfaatkan untuk menggali kemampuan siswa dengan cara tanya jawab dengan komputer.
  2. Pengarah berbantuan komputer (CAG : Computer Assisted Guidance). Komputer digunakan sebagai saran untuk mencari informasi yang diperlukan untuk memberi pengarahan kepada parah pemakainnya, dapat membantuk pemakai dalam mengambil keputusan tertentu.
  3. Belajar dikelola komputer (CMI : Computer Managed Instruction). Para pengajar memanfaatkan komputer unutk merencanakan kuliah, disesuaikan dengan kondisi para siswa ataupun mahasiswa yang terdiri dari acara belajar dengan bantuan komputer, membaca, ujian, memantau prestasi dan membuat laporan secara teratur.
Jenis-Jenis Aplikasi CAI :
  • Latih dan Prakter (Driss and Practice
  • Penjelasaan (Tutorial)
  • Smulasi
  • Permainan
Lalu saya akan menjelaskan perkembangan IPTEK yang ada di kampus saya, yaitu UNIVERSITAS GUNADARMA. Banyak sekali penggunaan IPTEK dikampus saya, seperti :

V-Class. Virtual Class, yaaa kita sudah tahu namanya yang berarti kelas diadakan secara virtual dengan melalui Laptop, Komputer maupun Handphone kapan saja dan dimana saja. V-Class biasanya diadakan saat dosen tidak bisa atau berhalangan untuk hadir bertatap muka dengan Mahasiswa, jadi mahasiswa harus belajar sendiri.

SAP. Satuan Acara Perkuliahan, yaitu berisi materi dari suatu mata kuliah setiap kali pertemuan mata kuliah yang kita ikuti. Dengan adanya SAP kita tahu dan dapat dengan mudah memahami atau menguasai materi yang diberikan tiap minggu perkuliahan berlangsung.

Studentsite. Salah satu jenis layanan yang diberikan Universitas Gunadarma kepada para mahasiswanya yang berupa seperti situs pribadi yang berisi tentang informasi, pemberitahuan tentang perkuliahan dan tugas. Fitur-fiturnya seperti info absensi, jadwal ujian, jadwal kuliah dan lain-lain.

BAAK Online Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan pneyelengaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
- BAAK Fakultas
- Bagian Ujian Semeseter dan Bank Soal
- Bagian Kordinasi Perkuliahan
- Bagian Monitoring Kuliah

Sudah terbukti bagaimana IPTEK sangat membantu bagi pendidikan disaat sekarang ini, sangat membantu proses belajar mengajar agar pengajar dan dengan yang diajar makin mudah satu sama lain dalam memberi dan menerima info.


Sumber :
Materi perkuliahan PTKI
http://jabbarspace.blogspot.com/2010/10/pengertian-studentsite-dan-baak-online.html
http://dilihatya.com/2522/pengertian-iptek-menurut-para-ahli

Kamis, 01 Januari 2015

PEMUDA

     Pemuda individu dengan karakter yang dinamis, bergejolak, mempunyai semangat dan optimis namun masih memiliki emosi yang belum stabil. Pemuda adalah sosok yang perlu dibimbing pada saat pengembangan jati diri mereka, agar mereka mengetahui apa tugas mereka sebagai pemud. Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang dipundaknya terbebani berbagai macam harapan dan cita-cita, ini berlaku dari generasi sebelum sampai generasi selanjutnya. Pembangunan yang dilakukan oleh generasi sebelum akan dilanjutkan oleh generasi penerusnya dan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya secara estafet bahu-membahu membangun negara ini agar lebih baik.

     Pemuda harus memiliki pola pikir yang bagus, cerdas dan bersifat membangun, dari segala yang dibutuhkan setidaknya pemuda harus bisa mewakili aspirasi masyarakat contohnya adalah Mahasiswa, segala tindakan yang pemuda setidaknya haruslah berguna untuk masyarakat sekitar. Maka dari itu tidak sedikit pula para pemuda sukses yang jadi panutan masyarakat, pemuda yang jadi panutan biasanya mereka yang mampu membuat perubahan dan membanggakan masyarakat sekitar atas tindakan yang dilakukannya. Pemuda juga harus mampu berkreasi, mempunyai daya imajinasi yang tinggi dan motivasi yang selalu membantu dan membuat mereka agar tetap terus berjiwa dan bersemangat seperti Pemuda yang seharusnya. Diantara mereka kita dapat melihat pemuda yang aktif maupun pasif, mana yang pandai membaur dengan masyarakat maupun yang tidak.

Pemuda yang berkembang dari proses sosialisasi akan tumbuh cari berpikir sosialis, nasionalis dan krisits terhadap apapun yang terjadi disekitar entah itu benar atau tidak maupun sejalan dengan pikirannya atau tidak. Dengan bersosialisasi dengan sekitar pemuda itu akan tahu apa posisi dia, apa tugas dia dalam masyarakat tersebut, dan tingkah laku apa yang harus dia gunakan dalam adat istiadat masyarakat sekitar yang di tinggali. Dengan proses sosialisasi menjadikan pemuda lebih dewasa dan dapat membimbing masyarakat sekitarnya untuk menjadi masyarakat beradab dan menjadi lebih baik lagi dalam ikut membangun negara ini bersama-sama, karena pada dasarnya sosialisasi adalah awal untuk para pemuda mendapatkan bimbingan dan ilmu yang berguna yang kelak akan mereka lakukan sebagaimana perana mereka untuk masyarakat sekitar, apa fungsinya dan apa hasilnya dari yang mereka kerjakan didalam masyarakat tersebut

Dalam beberapa aspek pemuda juga mempunyai potensi-potensi dalam diri mereka yang perlu mereka kembangkan untuk pembangunan :
  1. Idealisme dan Kritis, dengan mereka berpikir kritis mereka akan tahu apa kekurangan yang dipunya dan dihadapi disekitar selanjutnya mereka harus punya gagasan baru atau ide-ide yang cemerlang dalam pembangun
  2. Dinamisme dan Kreativitas, dengan mereka memiliki potensi dinamis dan kreatif mereka mampu memliki kesediaan dan kemampuan untuk mengadakan perubahan dan juga mampu menyempurnakan kekurang ide-ide yang belum ada maupun sudah ada.
  3. Optimis dan Rasa Semangat, pemuda harus memiliki ini untuk melakukan perubahan karena dalam setiap yang mereka lakukan tidak sepenuhnya langsung berhasil mereka perlu perjuangan, maka dari itu agar tidak putus asa karena gagal mereka harus bersemangat dan optimis mereka akan berhasil melakukan perubahan.
  4. Mandiri dan Disiplin, walaupun mereka akan melakukannya dengan masyarakat mereka juga harus mandiri dan disiplin agar masyarakat dan bangga dengan apa yang mereka lakukan.
  5. Pendidikan, mereka yang berjiwa pemuda pastinya sangatlah berpendidikan untuk melakukan ini karena cara berpikir mereka sudah terasah.
  6. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan, keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.
  7. Patriotisme dan Nasionalisme, dengan adanya rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda mereka akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI.
  8. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi, generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi seperti contohnya Mahasiswa, dan bila dikatakan secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.
Masalah-masalah yang dihadapi pemuda dalam pembangunan yang harus mereka lakukan :
  • Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
  • Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya atau dapat disebut tidak yakin akan kemampuan diri sendiri.
  • Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
  • Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
  • Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
  • Penyalahgunaan Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa, pemerintah yang kurang sigap dapat membuat obat-obatan terlarang mudah masuk ke Indonesia.
  • Kurangnya pendidikan yang layak.
  • Pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala penyimpangan perilaku karena kurangnya perhatian dari orang tua.
  • Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasi muda karena pemuda masih sangat labil emosinya.
  • Masih merajalelanya kenakalan remaja dan permasalahan lainnya. Permasalahan tersebut akan berkembang seiring dengan perkembangan jaman apabila tidak diupayakan pemecahannya oleh semua pihak termasuk organisasi masyarakat, diantaranya Majlis Ta'lim, Karang Taruna.
  • Kurangnya perhatian dan sikap yang tegas dari pemerintah.




Source : 

Pikiran Sendiri
https://elsadewirahma.wordpress.com/2014/10/13/ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan-sosialisasi/
https://annisazainal.wordpress.com/tag/ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan-sosialisasi/
http://dhandydhandy.blogspot.com/2012/10/ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan-sosialisasi.html
http://laporannurainisolihat.blogspot.com/2014/08/makalah-ilmu-sosial-dasar-pemuda-dan.html

Kamis, 20 November 2014

Kebudayaan

Kebudayaan atau Culture berasal dari bahasa latin Colore yang artinya pemeliharaan, pengolahan tanah menjadi tanah pertanian. Sedangkan Kebudayaan, akar katanya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Buddayah dari budhi atau akal. Dengan kata lain kebuadayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebudayaan berhubungan erat dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan istilah Cultural-Determinism yaitu, segala sesuatu yang ada di masyarakat ditentukan oleh kebudayaan masyarakat itu sendiri. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Andreas Eppink berpendapat bahwa, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai dan norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, serta segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi, diperoleh pengertian tentang kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa dan budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya yang menentukan perilaku komunikatif manusia.

Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam " di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina . Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Unsur Kebudayaan

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:

· alat-alat teknologi
· sistem ekonomi
· keluarga
· kekuasaan politik

2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:

· sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
· organisasi ekonomi
· alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
· organisasi kekuatan (politik)

3. Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1. Sistem religi yang meliputi:
§ sistem kepercayaan
§ sistem nilai dan pandangan hidup
§ komunikasi keagamaan
§ upacara keagamaan


2. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:
§ kekerabatan
§ asosiasi dan perkumpulan
§ sistem kenegaraan
§ sistem kesatuan hidup
§ perkumpulan


3. Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:
§ flora dan fauna
§ waktu, ruang dan bilangan
§ tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia


4. Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:
§ lisan
§ tulisan


5. Kesenian yang meliputi:
§ seni patung/pahat
§ relief
§ lukis dan gambar
§ rias
§ vokal
§ musik
§ bangunan
§ kesusastraan
§ drama


6. Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:
§ berburu dan mengumpulkan makanan
§ bercocok tanam
§ peternakan
§ perikanan
§ perdagangan


7. Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:
§ produksi, distribusi, transportasi
§ peralatan komunikasi
§ peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
§ pakaian dan perhiasan
§ tempat berlindung dan perumahan
§ senjata


Wujud Kebudayaan

Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak ; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pikiran masyarakat. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh tiap individu sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku individu tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.

Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari individu dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkrit, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

Artefak (karya)   

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan

Komponen Kebudayaan

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan sebagainya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang yang dipakai sehari-hari oleh anggota masyarakat.

Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
  • Teknologi
  • Sistem mata pencaharian
  • Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
  • Bahasa
  • Kesenian
  • Sistem Kepercayaan / Agama
  • Pernikahan
  • Sistem ilmu dan pengetahuan
Peradaban

Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks. Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Tiap-tiap masyarakat atau bangsa di manapun selalu berkebudayaan, akan tetapi tidak semuanya telah memiliki peradaban yang tinggi. Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:

  1. tekanan kerja dalam masyarakat
  2. keefektifan komunikasi
  3. perubahan lingkungan alam.
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain.


Penetrasi kebudayaan

Yaitu masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:

Penetrasi damai (penetration pasifique)

Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

Penetrasi kekerasan (penetration violante)

Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak.

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.

Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli yaitu :

  • Monokulturalisme : Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
  • Leitkultur (kebudayaan inti) : Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
  • Melting Pot : Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
  • Multikulturalisme : Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
Kebudayaan menurut wilayah

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.

Afrika

  
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.



Amerika


Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda. 

Asia


Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaa n lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea dan Vietnam . Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan Tenggara.

Australia


Kebanyakan bu daya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.

Eropa


Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.

Timur Tengah dan Afrika Utara


Kebudayaan di daerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanya kan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.




Souce :
  • www.google.com
  • http://en.wikipedia.org
  • http://karinarisaf.blogspot.com/2011/05/kebudayaan.html?showComment=1416526964607#c4122292221045392033